Minggu, 31 Maret 2013

Kesehatan Mental



Manusia merupakan kesatuan jiwa dan raga. Akal merupakan aset manusia yang sangat berharga yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia merupakan makhluk individual, makhluk sosial sekaligus makhluk berkeTuhanan. Pembinaan mental bagi seseorang memang diperlukan dengan tujuan agar orang tersebut bermental baik (bermoral, jujur, terpercaya, bertanggung jawab dan disiplin) dalam melaksanakan pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari dalam lingkungan.

Konsep Sehat Berdasarkan Dimensi-Dimensi

·        Dimensi Emosi
Goleman menyebutkan emosional merupakan hasil peleburan dari rasa takut, gelisah, senang, sedih , dan marah.
·        Dimensi Intelektual
Memecahkan suatu permasalahan yang ada dengan pikiran yang tenang, yang dapa memecahkan masalah tersebut dengan efektif.
·        Dimensi Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik.
·        Dimensi Fisik
Suatu kondisi tubuh yang diharuskan dengan kondisi tubuh sehat.
·        Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan bersujud dengan kepercayaan agama masing-masing.







Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

·        Zaman Prasejarah
Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.
·        Zaman Peradaban Awal
1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
·        Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
·        Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
·        Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
1) Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2) Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3) Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4) Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.


Pendekatan Kesehatan Masyarakat

1.     Orientasi Klasik
Kesadaran tentang perlunya perlakuan yang lebih manusiawi terhadap penyandang gangguan mental. Pengertian klasik mengandung arti sempit, karena kajian ilmu kesehatan mental lebih diperuntukkan bagi orang yang mngalami gangguan dan penyakit jiwa. Intervensi biologis-medis terapeutik dan kuratif, penyembuhan konflik-konflik dan trauma masa lalu.
2.     Penyesuaian Diri
Mengacu pada kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan diri sendiri dan norma sosial. Normal-mampu menyesuaikan diri, terhindar dari konflik-belajar respon yang adaptif.
3.     Pengembangan Potensi
Setiap orang memiliki kekuatan positif dan korektif. Pelepasan sumber-sumber yang tersembunyi dari bakat, kreatifitas, energy dan dorongan (Schultz, 991).

Teori Kepribadian Sehat
1.     Aliran Psikoanalisa
-      Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini
-      Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
-      Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
-      Manusia didorong oleh dorongan seksual agrasif
-      Perkembangan dini penting karna masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi
Dalam aliran psikoanaliasa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id, ego, superego, mimpi, dan masa lalu).
2.     Aliran Behavioristik
-      Mementingkan faktor lingkungan
-      Menekankan pada faktor bagian
-      Menekankan pada tingkah laku yang Nampak dengan mempergunakan metode obyektif
-      Sifatnya mekanis
-      Mementingkan masa lalu
Aliran ini menganggap manusia yang memberikan respons positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia dianggap tidak memiliki sikap diri sendiri. Dan ciri-cirinya yaitu: tersusun baik, teratur dan ditentukan sebelumnya dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup dan kreatifas.
3.     Aliran Humanistik
4.     Pendapat Allport
Beliau lebih optimis tentang kodrat manusia dan ia memperlihatan keharuan yang luar biasa terhadap manusia. Sifat-sifat tampak bersumber pada anak-anaknya. Orang tua menekankan kerja keras dan mereka membentuknya dengan kasih sayang. Semangat peri kemanusiaan ditanamkan pada keluarga mereka dan Allport yang masih muda dituntut untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam masalah-masalah kehidupan. Teori-teori yang dikembangkan oleh Allport banyak direduksi dari pengalaman pribadinya. Seperti pandangannya tentang teori kodrat kepribadian. Allport menggambarkan kodrat manusia terdiri dari beberapa komponen dasar seperti pandangan yang positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung. Disinilah letak perbedaan antara Freud dan Allport, dia tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh pikiran-pikiran bawah sadar, kekuatan yang tidak dapat dlihat dan dipengaruhi. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang yang neuritis. Akan tetapi individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga. Allport berpendapat bahwa sebagian dari kepribadian manusia hanya sedikit yang besar dari dorongan yang sehat. Organisme perlu mempertahankan suatu tingkat kepuasan tertentu untuk mendorong unsur biologis terhadap makanan, air, seks dan tidur. Apabila orang itu sehat, maka ia membutuhkan makanan dan istirahat. Selanjutnya apabila orang itu sakit, maka ia akan membutuhkan aktivitas yang baru dan mulai mengerjakan suatu kegemaran. Misalnya membaca suatu buku yang membangkitkan semangat.
5.     Pendapat Carl Rogers
Self adalah apa yang manusia rasakan didalam dirinya. Didalam self terdapat 2 bagian yaitu ideal self dan reality self. Ideal self adalah diri yang diharapkan individu, sedangkan reality self adalah kenyataan yang ada pada dalam diri individual keadaan apa adanya pada diri individu. Kesulitan akan timbul bila tidak terjadi ketidaksesuaian antara persepsi tentang diri dengan ideal self nya (kesenjangan antara harapan dan realita). Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh. Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri. Ciri-ciri yang dianggap menjadi bagian dari dirinya misalnya, orang mungkin menganggap dirinya sebagai: “Saya cerdas, menyenangkan, jujur, baik hati dan menarik”. Alwisol (2006: 322)
Peranan Positive Regard dalam kepribadian individu ?
Peranan Positive Regard adalah sebagai suatu kebutuhan yang memaksa dan menyerap, dimiliki oleh semua manusia: setiap anak terdorong untuk mencari positive regard. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).
6.     Pendapat Abraham Maslow
Beliau dapat dipandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap Psikologi Behavioristik dan Psikoanalisis. Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia. Selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak nampak. Mempelajari ketidak sadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Introspeksi sebagai suatu metode penelitian yang telah disingkirkan, harus dikembalikan lagi sebagai metode penelitian psikologi.
Ada 4 ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu :
1.     Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2.     Menekankan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandang tetang manusia yang mekanistis dan reduksionistis.
3.     Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang a digunakan.
4.     Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu.
7.     Pendapat Erich Fromm
Kepribadian sehat menurut Erich Fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatiannya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggotanya tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat. Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencintai atau bagaimana menemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter, karena manusia adalah makhluk yang memiliki kesadaran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai, perhatian tanggung jawab integritas bisa dilukai mengalami kesedihan sehingga apabila dalam kaitannya manusia kurang dalam menanggapi hal yang disebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa ikatakan tidak sehat secara mental menurut Erich Fromm.

Daftar Pustaka



Kamis, 10 Mei 2012

PENGALAMAN KEHIDUPAN


PENGALAMAN KEHIDUPAN
Pada suatu hari ketika saya sewaktu masih duduk di bangku sekolah SMA kelas 1,, saya bercita-cita ingin menjadi seorang tentara namun di karenakan pada waktu itu saya masih berbadan besar saya berfikir lagi menjadi ragu-ragu karena badan saya sewatu SMA masih besar tidak mau menjadi seorang tentara saya berfikir masih untuk santai-santai saja,, Ketika saya masuk kelas 2 SMA saya mulai membentuk program saya untuk menentukan masa depan saya dengan cara,, Saya mulai meminati untuk masuk dunia militer setelah saya lulus SMA nanti lalu saya berbicara kepada orang tua saya untuk mulai memprogram saya sejak dini setelah itu saya mulai di ajak orang tua saya untuk mengikuti program PRAJAS untuk melatih dan membimbing saya supaya saya bisa mengikuti test masuk dalam penerimaan masuk AKADEMI ANGKATAN UDARA,, Setelah itu saya mulai mengikuti program tersebut dalam kian hari mulai ada peningkatan dalm diri saya,, Lalu saya mulai masuk kelas 3 SMA saya mulai mempersiapkan untuk test ujian nasional karena saya mulai terpecah konsentrasinya saya mulai ada penurunan dalam latihan militer tersebut dan menurun grafik nilai saya semasa itu,, Lalu saya berusaha untuk focus terhadap ujian nasional yang akan saya laksanakan dan hasilnya menunjukan hasil yang sangat memuaskan,, Lalu setelah saya lulus SMA saya mulai mencoba untuk mendaftar AKADEMI POLISI namun pada saat saya mendaftar saya masih berbobot 89kg belum sampai saya menerima nomer test saya sudah di suruh pulang karena saya pada saat penimbangan berat badan saya over weigt(kelebihan berat badan) sangat tragis,, Setelah saya gagaln mendaftar AKPOL saya beralih untuk mendaftar AKMIL namun pada saat saya mau mendaftar akmil berat badan saya masih berat saya berusaha untuk mengikuti kegiatan prajas lagi yang dilaksanakan di KODAM JAYA JAKARTA TIMUR,, Lalu setelah saya mengikuti prajas tersebut saya mulai mendaftar kembali saya mendaftar AKMIL namun karena memang nasib saya kurang beruntung saya gagal kembali pada saat saya test kesehatan 1 karena saya seperti di pertama saya gagal karna kelebihan berat badan namun pada saat saya mendaftar AKMIL saya sudah mulai ada peningkatan yaitu berat badan saya mulai berkurang tapi tidak langsung turun total,,  Kedua saya mulai bisa sitt up,,push up,, dan pull up namun belum bisa banyak karena berat badan saya waktu itu masih 85kg,, Setelah saya gagal saya mulai berfikir dan merenung untuk memperbaiki kegagalan yang saya alami,, Lalu saya mulai untuk melatih diri saya kembali dengan latihan prajas sendiri di sekitar rumah setelah itu saya mulai berusaha untuk kegiatan diet juga saya berusaha untuk diet sampai berat badan saya turun secara cepat dan akhirnya selama 4 bulan saya memprogram untuk diet saya akhirnya berhasil dalam program diet saya sampai saya turun berat badan sampai 67kg,, Setelah saya turun berat badan dan siap mental dan fisik saya saya mulai mendaftar AKADEMI ANGKATAN UDARA pada saat mulai ada pembukaa AKADEMI ANGKATAN UDARA saya langsung cepat mendaftar karena saya dari segi mental dan fisik sudah siap setelah test demi test telah saya lewati saya mulai pada sampai titik test terakhir yaitu pantauan terakhir namun setelah itu saya mendapat pengumuman setelah test pantauan terakhir saya mendapatkan hasil tidak lolos dikarenakan alokasi untuk di kirim ke JOGJAKARTA,, Namun setelah saya mendapatkan hasil tersebut saya mulai mungkinini memang belum takdir saya dan saya muali berfikir untuk maju kedapan kalo saya ratapi nasib saya gak akan bisa kembali lagi namun bisa saya rubah nasib saya dengan cara saya sendiri,, Setelah saya gagal beberapa bulan kemudian ada pembukaan UNIVERSITAS GUNADARMA lalu saya mencoba mendaftar dan akhirnya saya diterima dan sampai saat ini saya masih aktif dalam UNIVERSITAS tersebut.

Selasa, 06 Maret 2012

YANG DIBUTUHKAN DARI LULUSAN UNIVERSITAS UNTUK DUNIA KERJA


 1. Pengalaman bekerja di dunia akademik merupakan pengalaman yang
berharga bagi mahasiswa dan lulusan sebagai periode transisi
memasuki dunia kerja di luar ,Dengan demikian disarankan
untuk lebih banyak melibatkan mahasiswa dan lulusan dalam
kegiatan-kegiatan akademik.
2. Kemampuan multidisiplin, softskill, dan pengalaman lapangan harus
ditingkatkan dalam proses pembelajaran karena merupakan kemampuan penting dan dihargai tinggi oleh dunia kerja. 
Disarankan untuk memperbaiki dan menyempurnakan komponen­-komponen tersebut melalui kegiatan seperti magang dan PBL yang
disusun secara lebih sistematis, efektif, efiesien, dan melibatkan
pengguna lulusan.  Demikian juga dengan struktur mata
kuliah yang ada agar lebih banyak memasukkan aspek praktikal dan
situasi terkini yang ada di lapangan.
3. Tingkat kepuasan lulusan kurang baik dalam hal pengalaman
pembelajaran, dalam arti merasa banyak mata kuliah
yang tidak terpakai di dunia kerja dan merasa belum memiliki
kompetensi untuk bekerja setelah lulus.  Hal ini diduga erat
kaitannya dengan perbedaan persepsi mengenai kompetensi sarjana,
persyaratan dunia kerja terkait dunia akademik.  Disarankan untuk
menyamakan persepsi, pengetahuan, dan pengalaman mahasiswa
mengenai dunia kerja yang sesungguhnya sehingga tidak terjadi
perbedaan persepsi.  
4. Tingkat kepuasan pengguna terhadap lulusan dapat dikatakan baik dan umumnya merasa puas dengan kinerja mereka. 
Meskipun demikian disarankan untuk lebih meningkatkan
kemampuan kerjasama tim, bahasa Inggris, dan memperbanyak
pengalaman-pengalaman persentuhan dengan dunia kerja.   

HUBUNGAN ANTARA HARDSKILL DAN SOFTSKILL DI DUNIA KERJA DAN KULIAH



HARDSKILL DAN SOFTSKILL DI DUNIA KERJA
Di dalam persaingan seperti sekarang, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme dan manajerial skill yang berbasis kemampuan sudah merupakan tuntutan. Terlebih di dunia kerja sekarang banyak dipengaruhi perubahan pasar, ekonomi dan teknologi. Tenaga kerja yang memiliki kecerdasan emosional (Emotional Quatient) sangat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut disamping kecerdasan intelektual. 

Kemampuan softskill diatas, sebetulnya masuk dalam kecerdasan emosional yang menurut definisi adalah Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, Kemampuan memotivasi diri, Kemampuan mengendalikan diri/ mengelola emosi pada diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain (Daniel Goleman). Ada lima kecedasan emosial yang dibutuhkan didunia kerja sekarang ini, yaitu :
1.    Kesadaran Emosional , yang meliputi kedewasaan emosi dalam  pengambilan keputusan yang win-win solution.
2.    Pengelolaan Emosional (pengedalian diri) yang meliputi kemampuan kepekaan, sabar dan  tabah dalam menjalankan tugas.
3.    Motiovasi Diri, yang meliputi  kemampuan berpikir positif, ulet dan pantang menyerah
4.    Empati pada Sesama  ; yang meliputi kemampuan memahami, merasakan, peduli, hangat, akrab dan kekeluargaan
5.    Ketrampilan Sosial , yang meliputi kemampuan bermusyawarah, bekerjasama, kepentingan umum/tim)
Sasaran akhir dari kompetensi adalah perilaku yang diharapkan (desired behaviour) dan perlu ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. kompetensi yang berkaitan langsung dengan bidang kerja.


Di lapangan, kompetensi tersebut terbagi atas kebutuhan kemampuan Knowledge: diukur melalui ujian penilaian yang dilaksanakan oleh pihak berwenang, Skill : diukur dengan mengikutsertakan  ke dalam pelatihan-pelatihan tertentu dan Attitude: diukur secara lebih subjektif melalui penilaian terhadap perilaku yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. Knowledge (melalui pendidikan), Skill (melalui pelatihan) dan Attitude yg harus dimiliki oleh tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha/dunia kerja dengan menggunakan konsep Link and M

Keterkaitan Antara Softskill dan Hardskill
Bukan hanya di lingkungan akademisi kita di tuntut untuk mengembangkan sofkill kita, sebelum nantinya kita siap untuk memasuki dunia nyata (real word) tapi pengasahahan sofkill juga di dalam agama kita di suruh untuk mengasahnya keterampilan menjadi seorang yang profesional dan ahli di bidang yang digeluti.
Hadis di atas menegaskan kita untuk membangun sebuah kemapuan baik itu Hardskill maupun Sofkill. Sukses meraih cita-cita dan karir di masa depan tidak hanya ditentukan oleh hardskill, seperti tingginya nilai indeks prestasi (IP), penguasaan teori serta terampil dalam mengoperasikan peralatan laboratorium dan perangkat berteknologi tinggi. Ada banyak cerita dari orang-orang yang tidak memiliki IP yang tinggi meraih sukses dalam kehidupannya, karena mereka mengandalkan pertumbuhan softskill.

Softskill merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu ditumbuhkan dalam diri Anda, agar Anda dapat memotivasi diri dan orang lain, bertanggung jawab, membangun relasi, berkomunikasi, negosiasi, beradaptasi dengan lingkungan, berkreasi, berinovasi dan berinspirasi.
HARDSKILL DAN SOFTSKILL DI DUNIA KULIAH
Keseimbangan dari pertumbuhan hardskill dan softskill akan membuat Anda mengalami sukses lebih cepat dan lebih jauh dari kesuksesan yang hanya ditunjang oleh salah satu faktor tersebut. Perpaduan antara hardskill dan softskill sangat diperlukan untuk meraih jenjang karir yang tinggi atau memperluas bisnis di masa depan.
Banyak lulusan dari perguruan tinggi baik itu negri dan swasta yang tidak siap menghadapi dunia nyata atau dunia kerja. Persaingan yang ketat kita di tuntut untuk memiliki kempuan yang lebih bukan hanya kemampuan Hardskill (nilai IPK yang tinggi) tetapi kita di tuntut untuk memeliki sebuah kompetensi seorang lulusan.
Berikut ini kompetentsi lulusan yang di harus dimiliki didalam menghadapi persaingan di dunia nyata :
  • Komunikasi tertulis
  • Bekerja dalam tim
  • Teknologi
  • Berpikir logis
  • Berkomunikasi lisan
  • Bekerja mandiri
  • Ilmu pengetahuan
  • Berpikir analitis

Minggu, 04 Maret 2012

PERBEDAAN SOFTSKILL DAN HARDSKILL


Soft skill adalah minat yg dimiliki oleh seseorang itu sendiri dalam berhubungan dengan orang lain. Hard skill adalah bakat yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu.

Tetapi akan lebih baiknya Hard skill dan Soft kill dilakukan secara bersamaan atau seimbang agar jika antara keduanya dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Dan tidak mengecewakan. Dan dapat memajukan kekreatifitasan manusia di dunia. Dan bagi semua orang diharap jangan hanya memiliki hard skill  namun juga harus didukung oleh soft skill yang baik untuk hal kedepannya

Contohnya : Pemain Sepak Bola
Ø SOFTSKILL : Kemampuan, bekerjasama,  Mengambil, inisiatif, Keberanian, keputusan, Gigih
Ø HARDSKILL : (Kemampuan Teknis) : Berlari, Menendang, Berebut bola
·       INTER-PERSONAL SKILL, contohnya leadership skill
·       INTRA-PERSONAL SKILL, contohnya stress management


PERBEDAAN SOFTSKILL DAN HARDSKILL

PERBEDAAN SOFTSKILL DAN HARDSKILL
Hard skill adalah bakat yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu.
Dan Soft skill adalah minat yg dimiliki oleh seseorang itu sendiri dalam berhubungan dengan orang lain.

Tetapi akan lebih baiknya Hard skill dan Soft kill dilakukan secara bersamaan atau seimbang agar jika antara keduanya dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Dan tidak mengecewakan. Dan dapat memajukan kekreatifitasan manusia di dunia. Dan bagi semua orang diharap jangan hanya memiliki hard skill  namun juga harus didukung oleh soft skill yang baik untuk hal kedepannya

Contohnya : Pemain Sepak Bola
Ø SOFTSKILL : Kemampuan, bekerjasama,  Mengambil, inisiatif, Keberanian, keputusan, Gigih
Ø HARDSKILL : (Kemampuan Teknis) : Berlari, Menendang, Berebut bola
·       INTER-PERSONAL SKILL, contohnya motivation skill
·       INTRA-PERSONAL SKILL, contohnya time management


PERBEDAAN SOFTSKILL DAN HARDSKILL

Menurut saya Hard skill adalah bakat yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu.
dan Soft skill adalah minat yg dimiliki oleh seseorang itu sendiri dalam berhubungan dengan orang lain.
tetapi akan lebih baiknya Hard skill dan Soft kill dilakukan secara bersamaan atau seimbang agar jika antara keduanya dapat mendapatkan hasil yang maxsimal. Dan tidak mengecewakan. Dan dapat memajukan kekreatifitasan manusia di dunia.
Dan bagi semua orang diharap jangan hanya memiliki hard skill namun juga harus didukung oleh soft skill yang baik untuk hal kedepannya

Contohnya : Pemain Sepak Bola
Ø SOFTSKILL : Kemampuan, bekerjasama,  Mengambil, inisiatif, Keberanian, keputusan, Gigih
Ø HARDSKILL : (Kemampuan Teknis) : Berlari, Menendang, Berebut bola
·       INTER-PERSONAL SKILL, contohnya motivation skill
·       INTRA-PERSONAL SKILL, contohnya time management